Winda Emoets

Welcome To My Blog

Sabtu, 26 Juni 2010

Akhirnya Jatuh Cinta

Semua terjadi tak kusadari
Tak terpikir apalagi mimpi
Tapi ternyata kini
Kutak lagi berdaya

Kemanapun pergi kau hantui
Jadi tak bisa buat kulupakan
Kau memang beda dari
Yang pernah kurasakan

Reff:
Hanya kau yang bisa
Merubah hatiku
Tak mungkin ada lagi
Yang mampu membuatku
Seperti ini

Tak berharap bisa jatuh cinta
Tapi kau datang menawarkan cinta
Sampai tak sangguplagi
Diriku menahannya


Kembali ke Reff:

Semua berubah saat bersamamu
Tak mungkin ku dapat kalau tanpamu
Sangat kunikmati mencintaimu
Sangat kunikmati bersamamu

Semua terjadi tak kusadari
Tak terpikir apalagi mimpi
Tapi ternyata kini
Aku sudah bersama mu...
By : Ipang

Kamis, 10 Juni 2010

Jeritan Hati

Ya aLLah......
Sakit banget rasanya dada ini melihat semua kenyataan yang ada di depan mataku sekarang.
Kenyataan dimana aku gak bisa bersama dan memilikimu lagi seperti dulu.
Kenyataan bahwa bukan akulah wanita yang kamu cintai saat ini.
Kenyataan bahwa sekarang kamu sudah memiliki kekasih hati lain yang sangat kau puja dan banggakan.
Kenyataan bahwa aku bukanlah siapa-siapa lagi dihidupmu.
Kenyataan bahwa aku tidaklah berarti lagi dihatimu.
Sungguh aku sangat merindukan hari-hari itu....
Hari dimana kamu selalu memujaku dengan kata-kata manismu.
Hari dimana kamu selalu merayuku dengan rayuan gombalmu.
But I'm very very very Like that, meskipun itu hanya sekedar rayuan gombal belaka.
Aku kangen kamu, kangen banget....
Aku ingin kita bisa kembali lagi seperti dulu, tapi rasanya itu adalah suatu keinginan yang sangat mustahil.
Apalagi jika kamu juga tidak menginginkannya karena kamu sudah bahagia dengan cintamu yang sekarang.
Apa yang harus aku lakukan???
Rasanya sakit banget kalau aku harus terus-terusan hidup dengan perasaan seperti ini.
Bantu aku untuk bisa melupakanmu....
Aku ingin pergi dari kehidupanmu dan lepas dari bayang-bayangmu.
Semua cara sudah aku lakukan untuk menghindarimu, tapi rasanya semua itu hanya percuma.
Aku tetap tidak bisa melupakan sosokmu dari pikiranku....
Aku ingin bisa hidup bahagia dengan pilihanku saat ini.
Aku ingin memberikan segenap hati dan cintaku tulus untuknya.
Aku ingin memberikan semuanya utuh kepadanya....
Tapi sampai detik ini aku belum bisa melakukannya karena masih ada bayanganmu yang masih bersemayam dalam salah satu ruang hatiku....
Aku harus gimana lagi???
Aku gak ingin membohonginya.
Aku gak ingin menduakan hatinya.
Aku gak ingin menghianatinya.
Aku ingin memberikan semua kesetiaanku hanya untuknya.
Aku mencintainya tulus meskipun hatiku belum seutuhnya menjadi miliknya.
Aku mencintai dia apa adanya.
Dan aku juga ingin bisa lebih mencintai kekurangannya daripada kelebihannya.
Aku ingin dia menjadi yang terakhir dalam hidupku.
Meskipun terkadang hatiku masih menginginkanmu untuk bisa kembali kepadaku.
Mungkin aku memang masih terlalu mencintaimu.
Tapi aku juga gak mau kehilangan dia.
Aku gak mau dia pergi dari sisiku hanya karena dirimu.
Aku ingin mencintainya dengan sungguh-sungguh.
Aku ingin dialah yang akan menjadi pendamping hidupku kelak.
Menjadi imamku...
Dan menjadi ayah dari anak-anakku.
Aku ingin bisa selalu bersamanya setiap waktu.
Menemaninya disaat dia sedang sendiri.
Memberikan semangat disaat dia dalam keterpurukan.
Menjadi sandaran disaat dia lelah menghadapi sulitnya hidup.
Menangis bersama dalam kesedihannya.
Dan ikut tertawa dalam kebahagiaannya.
Karena aku adalah kamu....
Dan kamu itu aku.....
Aku ingin kita bisa saling merasakan dan berbagi semua hal satu sama lain.
Apapun itu.....
Kapanpun dan dimanapun.....
Aku akan selalu berusaha ada untuknya.
Meskipun dia tidak selalu bisa ada untukku disaat aku sedang membutuhkannya.
Aku Cinta Kamu....
Sangat sangat sangat mencintaimu.....
Dan akan selalu selalu selalu mencintaimu.....
Aku ingin rasa ini ada selama mungkin dalam hatiku.
Tanpa ada perasaan lain yang membayang-bayangi.....
Selamanya.....
Aku mencintaimu......
I Love You ___F_A_R___

I'm With You

I'm Standing on a bridge
I'm waitin in the dark
I thought that you'd be here by now
Theres nothing but the rain
No footsteps on the ground
I'm listening but theres no sound

Isn't anyone tryin to find me?
Won't someone please take me home
It's a damn cold night
Trying to figure out this life
Wont you take me by the hand
take me somewhere new
I dont know who you are
but I'm, I'm with you

im looking for a place
searching for a face
is there anybody here i know
cause nothings going right
and everythigns a mess
and no one likes to be alone

Isn't anyone tryin to find me?
Won't someone please take me home
It's a damn cold night
Trying to figure out this life
Wont you take me by the hand
take me somewhere new
I dont know who you are
but I'm, I'm with you

oh why is everything so confusing
maybe I'm just out of my mind
yea yea yea

It's a damn cold night
Trying to figure out this life
Wont you take me by the hand
take me somewhere new
I dont know who you are
but I'm, I'm with you

Take me by the hand
take me somewhere new
I dont know who you are
but I'm, I'm with you
I'm with you

Take me by the hand
take me somewhere new
I dont know who you are
but I'm, I'm with you
I'm with you
I'm with you...

Jumat, 04 Juni 2010

Jangan Pergi

Tak bisa ku terima
Kau tinggalkanku disaat ku butuhkanmu
Apa tak kau rasakan
Betapa hancur hidupku tanpa kamu
Aku terlanjur, terlalu bergantung padamu
Jangan pergi...
Jangan pergi...
Jangan kau pergi, ku tak ingin sendiri
Ku tak sanggup...
Ku tak sanggup...
Sungguh tak sanggup hidup tanpa cintamu
Kau yang buat ku tegar
Tuk terus bertahan jalani hidup ini

Rabu, 02 Juni 2010

Ya Sudahlah

Bondan Prakoso Feat Fade2Black


B:
Ketika mimpimu yang begitu indah,
tak pernah terwujud..ya sudahlah
Saat kau berlari mengejar anganmu,
dan tak pernah sampai..ya sudahlah (hhmm)

*reff:
Apapun yang terjadi, ku kan slalu ada untukmu
Janganlah kau bersedih..coz everything’s gonna be OKAY

Santoz:
yo..Satu dari sekian kemungkinan
kau jatuh tanpa ada harapan
saat itu raga kupersembahkan
bersama jiwa, cita,cinta dan harapan

Lezz:
Kita sambung satu persatu sebab akibat
tapi tenanglah mata hati kita kan lihat
menuntun ke arah mata angin bahagia
kau dan aku tahu,jalan selalu ada

titz:
juga ku tahu lagi problema kan terus menerjang
bagai deras ombak yang menabrak karang
namun ku tahu..ku tahu kau mampu tuk tetap tenang
hadapi ini bersamaku hingga ajal datang

B:
Saat kau berharap keramahan cinta,
tak pernah kau dapat..ya sudahlah
yeeah..dengar ku bernyanyi..lalalalalala
heyyeye yaya dedudedadedudedudidam..semua ini belum berahir

back to *reff

F2B:
satukan langkah..langkah yang beriring!
genggam hati, rangkul emosi!

B:
Genggamlah hatiku, satukan langkah kita

F2B:
Sama rasa, tanpa pamrih
ini cinta..across da sea

B:
peluklah diriku..terbanglah bersamaku, melayang jauh.. (come fly with me, baby)

F2B:
Ini aku dari ujung rambut menyusur jemari
sosok ini yang menerima kelemahan hati
yea..aku cinta kau..(ini cinta kita)
cukup satu waktu yes.(untuk satu cinta)

satu cinta ini akan tuntun jalanku
rapatkan jiwamu yo tenang disisiku
rebahkan rasamu..untuk yang ditunggu
Bahagia..Hingga ujung waktu.

back to *reff 2x

Rabu, 26 Mei 2010

Cahaya Mata

Teduhkan hatiku
Lelapkan jiwaku
Duhai engkau cahaya mataku
Yang menuntun jalanku
Yang memandu hidupku
Yang meredupkan pedih penatku

Tersenyumlah.....
Bahagialah.....
Sungguh engkau,
Yang melumpuhkan hatiku
Yang melipur rinduku
Senyuman itu menyenangkan aku....

Sabtu, 22 Mei 2010

Biografi Kahlil Gibran

Kahlil Gibran atau Jubran Khalil Jubran adalah salah seorang sastrawan perantauan (Mahjar) beraliran romantik. Lahir 6 Januari 1883 di sebuah desa bernama Besharri, Lebanon1 Utara dan meninggal pada 1931 di usia 48 tahun.
Gibran adalah salah seorang pengikut Gereja Katholik Maronit. Ia berasal dari keluarga terpandang —kakeknya termasuk tokoh masyarakat di Besharri— namun hidup dalam kondisi kemiskinan secara ekonomis.2 Ayahnya bernama Khalil bin Gibran, seorang gembala yang memiliki kebiasaan memainkan Taoula, merokok narjille (pipa air), mengunjungi teman-temannya untuk sekedar mengobrol. Kadangkala ia juga minum arak dan berjalan-jalan di padang luas pegunungan Lebanon.
Sedangkan ibunya, Kamila, adalah anak terakhir dari seorang pendeta Maronit, Estephanos Rahmi, yang berstatus janda sebelum menikah dengan Khalil. Pernikahan Kamila dengan suami pertamanya, Hanna Abdel Salam, dikaruniai seorang putra bernama Peter. Sedangkan dari perkawinannya dengan suami kedua, yaitu Khalil bin Gibran, Kamila dianugerahi tiga anak. Selain Gibran diberi nama sama dengan nama ayahnya, Kamila juga melahirkan dua anak perempuan, yakni Mariana, dan Sultana.3
Akan tetapi, dalam kondisi ekonomi keluarga yang serba kekurangan tidak menyurutkan gerak Gibran untuk mengenyam bangku sekolah. Mula-mula ia belajar banyak hal, terutama bahasa, musik, dan sedikit mengenal tentang seni lukis dari ibunya yang polyglot (menguasai bahasa Arab, Perancis, dan Inggris). Tatkala usianya masih terlalu kecil, si ibu memperkenalkan sebuah kisah dari negeri Arab yang cukup tersohor, Kisah Seribu Satu Malam, juga Tembang Perburuan (Hunting Song) karya Abu Nawas. Ini artinya, sejak kecil Gibran bergelut dengan pelajaran sastra.
Didasari keinginan kuat untuk mengurangi beban kemiskinan keluarga, pada tahun 1894, Peter, saudara tiri Gibran yang saat itu berusia 18 tahun mengutarakan keinginan untuk berimigrasi ke Amerika. Semula ibunya menolak rencana itu. Namun akhirnya sang ibu menyetujui dengan syarat keluarganya dapat berangkat secara bersama-sama. Hanya saja sang ayah menolak dengan alasan memelihara sedikit harta yang mereka miliki. Tetapi penolakan sang ayah itu tidak mengurangi niat Kamila, Gibran dan kedua saudaranya dengan dimotori Peter untuk terus berangkat ke Amerika.
Langkah tersebut memang lazim dilakukan oleh para penduduk Lebanon. Sebab, ada tiga alasan penting yang menjadi faktor pendorongnya, yaitu:
Pertama, keinginan untuk melepaskan diri dari tindakan represif Turki Usmani.
Kedua, untuk mencari modal atau memperbaiki perekonomian keluarga.
Ketiga, untuk kedua tujuan tersebut sekaligus.4
Setelah menginjakkan kaki di Amerika, mereka menuju Boston di mana banyak penduduk asli Besharri dan Syiria membentuk koloni di China-town. Sang ibu, Peter, dan dua saudara perempuan Gibran bekerja mencari uang. Dia sendiri terpaksa masuk sekolah untuk memperoleh pendidikan lebih. Selama dua tahun bersekolah itulah, tampak kecerdasan dan kecemerlangan otak Gibran memukau gurunya. Ia selalu memperoleh nilai tertinggi di antara teman-teman “asing”nya di sana. Oleh sang guru, Gibran kemudian disarankan untuk menyingkat namanya menjadi “Kahlil Gibran” dari nama semula “Jubran Khalil Jubran”.
Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya di Amerika, Gibran bermaksud kembali ke Lebanon guna mendalami bahasa aslinya (bahasa Arab) dan mengenal banyak karya pemikir dan sastrawan Arab terdahulu. Setelah keinginannya dikabulkan oleh ibunya, dalam rentang waktu antara tahun 1896–1901, Gibran menempuh pendidikan di sebuah sekolah terkemuka, Madrasah Al-Hikmah, yang terletak di Beirut sekarang.
Di madrasah itu, Gibran belajar Hukum Internasional, ketabiban, musik dan sejarah Agama. Selama periode 1898 dia menjadi penyunting pada majalah sastra dan filsafat, Al Hakekat. Dengan bekal kemampuan Gibran dalam seni lukis dan didasari kekagumannya pada para pemikir besar Arab yang diketahuinya dalam kelas, pada 1900 Gibran membuat sketsa wajah penyair Islam periode awal seperti Abu Nawas, al-Mutanabbi, al-Farid dan Khansa (penyair besar perempuan dari Arab), juga wajah para filosof seperti Ibnu Khaldun dan Ibnu Sina.
Selama itu pula ada sebuah kenangan indah yang mempengaruhi jiwanya secara mendalam, yaitu kisah cinta pertamanya dengan Hala Daher, seorang putri dari sebuah keluarga aistokrat di Lebanon. Oleh Gibran kisah itu lalu diabadikan dalam novelnya, The Broken Wings (1912).5
Tetapi ketidaksetaran status sosial telah menjadi tembok yang membatasi cinta keduanya. Sejak saat itu, Kahlil berubah secara drastis. Hati dan cintanya yang terluka telah menjadikan dirinya sebagai seseorang yang membenci seluruh kehidupan tradisi perkawinan ketimuran yang diatur dalam “kasta-kasta” sosial.
Menginjak usianya ke-18 tahun, Gibran telah menyelesaikan studinya di Madrasah al-Hikmah dengan hasil sangat memuaskan. Namun, karena didorong keinginan memperluas ilmu dan wawasan serta mendalami seni lukis, dia memutuskan untuk berangkat ke Paris. Dalam perjalanannya itu, Gibran menyempatkan diri singgah di Yunani, Italia, dan Spanyol pada 1901.
Di Paris, Kahlil Gibran tinggal selama dua tahun. di kota inilah dia menulis buku Spirits Rebellious, sebuah buku yang terkenal dengan kritikannya terhadap keadaan sosial, para pejabat tinggi, pengurus keagamaan, juga cintanya yang kandas. Karena bukunya itu, Gibran sempat dikucilkan pihak Gereja Maronit dan diasingkan oleh pemerintah Turki di Lebanon. Keduanya juga membakar karyanya di berbagai tempat di Beirut.
Kemalangan Gibran tidak cukup sampai di sini. Tahun 1903 dia menerima surat dari saudaranya, Peter, yang memintanya untuk segera kembali ke Boston sebab adiknya, Sultana, meninggal akibat terserang penyakit Tuber Culosa (TBC) dan ibunya menderita sakit berat. Pada tahun yang sama di bulan Maret, Peter juga meninggal akibat wabah serupa.
Kepedihan Gibran serasa bertumpuk setelah ibunya yang tercinta turut menyusul kedua saudaranya menghadap Yang Kuasa, tepat tiga bulan setelah kematian Peter. Kehilangan sang ibu yang dicintainya membuat Gibran amat terpukul dan patah arang. Baginya, kini hanya tinggal Mariana, adik sekaligus kawan yang setia menemani di negeri orang. Secara historis, tampak bahwa realitas kemalangan yang dialaminya di Boston telah mempengaruhi seluruh karyanya di kemudian hari.
Ia mulai aktif menulis termasuk menulis beberapa artikel yang tersebar di berbagai media massa. Tulisan-tulisannya mampu mencengangkan pengagum sastra dunia, termasuk kritikus sastra Arab terkemuka, May Zaidah. Bermula dari polemik di media massa sejak 1912, ternyata sentuhan cinta keduanya mampu merekatkan jarak Amerika-Arab meski sampai akhir hayatnya, mereka tidak pernah saling bertemu.6
1 Kata Lebanon dalam bahasa Semit kuno berarti “putih” yang dianalogikan dengan serpihan salju di lereng gunung-gunungnya. Lebanon dideklarasikan sebagai sebuah negara dengan otonomi penuh dari penjajah dan bebas menentukan nasibnya sendiri sejak 26 November 1941.
2 Kahlil Gibran, Di Depan Singgasana Kecantikan, terj. Azhariah, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999), hlm. vi.
3 Dr. Joseph Peter Ghougassian, Sayap-Sayap Pemikiran Kahlil Gibran, terj. Ahmad Baidawi, (Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru, 2000), hlm. 17.
4
5 The Broken Wings dalam bahasa Arab adalah al-Ajninah al-Mukassarah dan diterjemahkan dalam bahasa Indoesia dengan judul Sayap-Sayap Patah. Dalam karya tersebut, Gibran menyamarkan nama Hala Daher dengan nama Selma.
6 A. Sudiarja dalam pengantar buku Karen Armstrong, Menerobos Kegelapan; Sebuah Autobiografi Spiritual (Bandung: Mizan, 2004), hlm. 35.